Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) memaparkan keberhasilan kerjasama program KIA BSMI-Indosat selama periode setahun di depan Manajemen Coorporate Social Responsibility (CSR) di Kantor Pusat PT Indosat, Tbk Jl. Merdeka Barat Jakarta, Rabu (3/3). Keberhasilan tersebut dicapai dengan adanya penurunan gizi buruk pada balita setelah program sosial tersebut di daerah Priangan Timur dan Pantura dijalankan.
Menurut data koordinator lapangan Reni Nuraini (zona Priangan) dan Nur Idayanti (Zona Pantura) yang disampaikan oleh staff BSMI yang kebetulan koordinator Program KIA BSMI-INDOSAT, Nila Kurnia Pancawati, S.Sos, sebelum adanya program yang mengoperasikan dua mobil klinik sehat keliling (2008), gizi buruk pada balita saat itu mencapai 23,77 %. Setelah dioperasikan mobil klinik yang sanggup menjangkau daerah terpencil, angka gizi buruk berkurang menjadi 18,31 % (2009). Selain itu, kunjungan 4 kali oleh ibu hamil meningkat dari 56,80% (2008) menjadi 70,15% (2009).
Hal ini menjadi apresiasi tersendiri bagi BSMI dan mendapatkan pujian dari manajemen CSR yang diwakili oleh Koordiator CSR Indosat Djarot Handoko dan Ketua Program “Indonesia Sehat” Mardi Hendra. Mereka mengakui bahwa PT Indosat telah puas bekerjasama dengan BSMI yang selalu concern di bidang kesehatan dan sosial dan telah banyak memperoleh manfaat atas kerja sama ini. Oleh karena itu, BSMI dan PT Indosat berkomitmen untuk melanjutkan kerjasama yang telah dibangun atas kepedulian kesehatan ibu hamil dan balita di Indonesia.
Rencananya PT Indosat dan BSMI akan menandatangani perjanjian kerjasama dan re-launch (peresmian kembali) program mobil klinik sehat keliling untuk tahun 2101 , Selasa (23/3) mendatang di Jakarta. Diharapkan dengan adanya kerjasama ini, akan meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak dalam rangka mencapai target MDG’s. (dian)